Wednesday, March 28, 2012

CONTOH AKULTURASI BUDAYA PADA BANGUNAN DAN KESENIAN

Dalam bahasa Inggris kebudayaan disebut culture yang berasal dari kata Latin Colere yaitu mengolah atau mengerjakan. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Akulturasi sama dengan kontak budaya yaitu bertemunya dua kebudayaan yang berbeda melebur menjadi satu menghasilkan kebudayaan baru tetapi tidak menghilangkan kepribadian/sifat kebudayaan aslinya.
                Sedangkan Budaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.  Budaya terbentuk dari banyak unsure yang rumit , termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa , perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.                 Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.
 
  Contoh Akulturasi Budaya
 Akulturasi Budaya di Indonesia pada Tradisi Lokal, Hindu-Budha dan Islam :
1.       TRADISI LOKAL
                Membahas  nilai tradisi local di Indonesia, berarti kita membahas perkembangan kebudayaan Indonesia. Bangsa Indonesia sudah memiliki budaya asli yaitu :
  • Sistem Astronomi
  •  Sistem Kemasyarakatan
  • Sistem Macapat
  • Kesenian Wayang
  • Kesenian Gamelan
  • Kesenian Batik dan Tenun
  • Teknologi Pengecoran Uang Logam
  • Sistem perdagangan dan Pelayaran

2.       TRADISI LOKAL DENGAN TRADISI HINDU-BUDHA



           
Munculnya  agama (budaya) Hindu-Budha banyak membawa perubahan dalam perkembangan budaya Indonesia. Terlihat pada wujud akulturasi budaya meliputi  :
1.  Seni Bangunan
  •  Candi     :  Terdiri dari unsur Indonesia, yaitu Punden Berundak, sedangkan  unsur India adalah Stupa.
  •  Yupa dari Kutai : Unsur Indonesia asli adalah Menhir, sedangkan unsur India Prasasti dan tiang adalah untuk menambatkan binatang kurban
  • Lingga dan Yoni (lambang kesuburan) : Unsur India adalah Lingga Yoni sedangkan unsur Indonesia asli adalah Alu dan Lumpang.
2. Seni Rupa dan Seni Ukir
  •  Pada dinding langkan Candi Borobudur dipahatkan riwayat sang Budha
  • Pada dinding Candi Prambanan dipahatkan cerita Ramayana
3. Seni Sastra (Prosa dan Tembang / Puisi)
 Berdasarkan isinya kesusastraan dikelompokkan menjadi 3 :

  • Tutur (pitutur = kitab keagamaan)
  •  Kitab Hukum
  • Wiracarita (kepahlawanan)n
4.  Filsafat
                 Penduduk Indonesia sudah sejak masa prasejarah percaya adanya kehidupan sesudah mati yaitu sebagai roh halus. Kehidupan roh halus memiliki kekuatan, oleh sebab itu roh nenek moyang dipuja orang yang masih hidup. Setelah pengaruh India masuk, hal ini tidak punah. Contohnya  adalah  fungsi candi sebagai makam raja atau penyimpan abu jenazah raja.

 5. Sistem Pemerintahan
                 
                 Salah satu bukti akulturasi dalam bidang pemerintahan, yaitu berdirinya Kerajaan, misalnya seorang raja yang sebelumnya adalah kepala suku, harus berwibawa dan dipandang memiliki kekuatan gaib sehingga raja terasa selalu dekat.

 6. Sistem Kepercayaan
                Setelah masuk dan berkembangnya agama Hindu - Budha, maka terjadi pula akulturasi kepercayaan. Pada masa prasejarah, kepercayaan utama masyarakat Indonesia adalah pemujaan roh nenek moyang dengan sarana pemujaan beruapa Menhir, dolmen dan Punden Berundak.
 7. Sistem Kalender
                 Pada zaman prasejarah, masyarakat Indonesia telah mengenal astronomi yang digunakan untuk kepentingan praktis, misal untuk menentukan letak bintang sehingga mengetahui arah angin pada waktu berlayar dan kapan mengadakan kegiatan pertanian.
  3.       PERPADUAN TRADISI LOKAL (PRA ISLAM) DENGAN TRADISI ISLAM
                Masa Pra Islam (menjelang Islam masuk ke Indonesia) tradisi yang berkembang adalah pengaruh Hindu - Budha sedangkan pada Islam masuk maka perpaduan tradisi terjadi pengaruh Islam mulai masuk ke segala aspek kehidupan bentuk akulturasi yang terjadi sebagai berikut :
1. NON FISIK
Yaitu yang tidak berwujud kebendaan, tetapi berupa adat - isti adat, nilai-nilai atau tradisi lain yang berkembang di masyarakat. Contoh :
·                     Upacara Sekaten
                                Peninggalan sejarah yang bercorak Islam dalam bentuk seni pertunjukan adalah perayaan Garebek Besar dan Garebek Maulud (perayaan Sekaten). Perayaan Garebek Besar dan Garebek Maulud dilakukan di Demak,  Surakarta, Yogyakarta, Cirebon, Banten, dan Aceh. Di Yogyakarta, Surakarta, dan Cirebon perayaan Maulud disebut Sekaten.  Istilah sekaten berasal dari kata syahadatain, pengakuan percaya kepada ajaran agama Islam, tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah Rasul-Nya.
·                     Ziarah Ke Makam
                                Ziarah bagi sebagian masyarakat Indonesia sudah mentradisi.  Ziarah berasal dari bahasa Arab, artinya mengunjungi.  Istilah ziarah disebut juga dengan sowan (mengunjungi) dan nyekar (meletakkan bunga di atas makam).  Ziarah dipercaya dapat membawa berkah dunia dan akhirat. Ziarah biasanya dilakukan di makam keluarga, makam wali, makam tokoh penting agama, makam raja, atau di makam tokoh penting masyarakat lainnya. Orang melakukan ziarah dengan tujuan berbeda-beda, misalnya untuk mendapatkan anugerah dengan memuja roh nenek moyang, mensyukuri kebesaran Tuhan, mengingatkan tentang akhirat, menghormati orang yang telah meninggal, atau melanggengkan hubungan antara orang hidup dan yang telah mati. Tradisi ziarah dipengaruhi oleh kebudayaan Indonesia lama (kebudayaan lokal) dan kebudayaan Hindu–Budha berupa tradisi pemujaan terhadap arwah nenek moyang. 
v  FISIK
Seni Bangunan (arsitektur) Asli Indonesia :
·         atap tingkat
·         prondasi kuat
·         bentuk bujur sangkar
·         serambi depan dan samping
·         parit depan dan samping


 v  Makam
 Asli Indonesia :
·         bentuk gugusan cungkup
·         bertulis Arab dan kaligrafi


 v  Masjid
Bentuk akulturasi bangunan masjid :
·         Atap tumpang : Masjid Agung Cirebon, Ketangka di Sulawesi, Masjid Angke Tambura Jakarta, Masjid Demak, Masjid Baiturrahman Aceh, Masjid Agung Banten.
·         Bentuk bujur sangkar
·         ada serambi baik depan maupun samping
·          Ada menara masjid dan beratap kubah


 v  Seni Rupa
·         Relief
·         Kaligrafi


 v  Seni Sastra

Hikayat yaitu cerita atau dongeng belaka, contoh :
·         Hikayat Amir Hamzah
·         Bayan Budiman
·         Cerita 1001 malam



  CONTOH AKULTURASI KESENIAN
                Pengaruh kesenian India terhadap kesenian Indonesia terlihat jelas pada bidang-bidang dibawah ini:
·          Seni Bangunan : Seni bangunan tampak pada bangunan candi sebagai wujud percampuran antara seni asli bangsa Indonesia dengan seni Hindu-Budha. Candi merupakan bentuk perwujudan akulturasi budaya bangsa Indonesia dengan India. Candi merupakan hasil bangunan zaman megalitikum yaitu bangunan punden berundak-undak yang mendapat pengaruh Hindu Budha. Contohnya candi Borobudur. Pada candi disertai pula berbagai macam benda yang ikut dikubur yang disebut bekal kubur sehingga candi juga berfungsi sebagai makam bukan semata-mata sebagai rumah dewa. Sedangkan candi Budha, hanya jadi tempat pemujaan dewa tidak terdapat peti pripih dan abu jenazah ditanam di sekitar candi dalam bangunan stupa.·          Seni Rupa : Seni rupa tampak berupa patung dan relief.
Patung dapat kita lihat pada penemuan patung Budha berlanggam Gandara di Bangun Kutai. Serta patung Budha berlanggam Amarawati di Sikending (Sulawesi Selatan). Selain patung terdapat pula relief-relief pada dinding candi seperti pada Candi Borobudur ditemukan relief cerita sang Budha serta suasana alam IndonesiaPatung dapat kita lihat pada penemuan patung Budha berlanggam Gandara di Bangun Kutai. Serta patung Budha berlanggam Amarawati di Sikending (Sulawesi Selatan). Selain patung terdapat pula relief-relief pada dinding candi seperti pada Candi Borobudur ditemukan relief cerita sang Budha serta suasana alam Indonesia.

   ·         Seni aksara hasil akulturasi dengan Islam : Digunakan untuk tulisan huruf Arab Melayu atau Arab Gundul, Adanya larangan membuat gambar maupun patung berupa Makhluk Hidup terutama ditempat ibadah,  Berkembang tulisan Kaligrafi (huruf Arab yang berbentuk indah) yang digunakan untuk melukiskan makhluk hidup.



 

No comments:

Post a Comment